Rumah TinggalRumah Tinggal Dua Lantai, Bantar Gebang
Rumah tipe 45 dengan pondasi era 90an ditambah satu lantai penuh setelah perkuatan struktur, sekaligus renovasi total interior lantai 1.
90 m² (lantai 1: 60 m², tambahan lantai 2: 30 m²)14 minggu
Struktur & Bangunan
Penambahan lantai selalu didahului perhitungan beban struktur eksisting, supaya pondasi dan kolom lama benar-benar siap menahan lantai baru.

[01]Cocok Untuk
Keluarga yang bertambah anggotanya dan butuh kamar tambahan tanpa memperluas ke samping (lahan sempit)
Rumah tipe 36–45 yang ingin menambah ruang keluarga, kamar, atau home office di lantai 2
Bangunan lama yang fondasinya perlu dicek dulu sebelum diputuskan bisa ditambah lantai atau tidak
Ruko yang ingin menambah lantai untuk kebutuhan usaha (gudang, kantor, atau tempat tinggal pemilik)
[02]Proses Kerja
Estimasi waktu keseluruhan 10–16 minggu, jadwal pasti dituliskan di RAB setelah survei.
Tim teknik mengecek kondisi pondasi, kolom, dan sloof eksisting, termasuk uji sederhana kekuatan beton jika bangunan berusia lebih dari 15 tahun, untuk menentukan apakah perlu perkuatan sebelum menambah beban.
Perhitungan beban lantai tambahan oleh tim teknik menghasilkan gambar kerja lengkap (denah, potongan, detail struktur) yang juga jadi dasar dokumen pengurusan PBG.
RAB disusun terpisah antara biaya struktur (pondasi/kolom perkuatan, plat lantai, tangga) dan biaya finishing, disepakati dalam kontrak dengan skema pembayaran termin.
Perkuatan pondasi/kolom (bila diperlukan), pengecoran plat lantai, dan pembangunan tangga dikerjakan dengan pengawasan mandor tetap dan pengecekan berkala oleh pengawas proyek.
Setelah struktur mengeras sesuai waktu curing beton, pekerjaan dilanjutkan ke pemasangan atap lantai 2, dinding, listrik, plumbing, hingga finishing akhir.
Serah terima dilakukan per zona selesai jika rumah tetap dihuni sebagian selama proyek, dengan serah terima akhir menyeluruh di akhir masa kontrak.
Sebelum Mulai
Setelah Selesai
Lantai tambahan yang aman secara struktural sesuai perhitungan beban, dengan tangga dan sirkulasi udara yang direncanakan dari awal, bukan ditambahkan belakangan.
Menambah lantai bukan sekadar menambah ruang di atas, secara fisik, Anda menambah beban baru ke pondasi dan kolom yang sudah berdiri bertahun-tahun dengan asumsi beban tertentu. Banyak rumah di kawasan padat Kota Bekasi seperti Rawalumbu dan Mustika Jaya dibangun era 80–90an dengan spesifikasi pondasi yang cukup untuk satu lantai saja. Menambah lantai kedua tanpa mengecek dan memperkuat pondasi terlebih dulu adalah risiko struktural nyata, bukan sekadar formalitas administratif.
Karena itu tahap pertama kami selalu survei fisik: mengecek retak pada kolom eksisting, kondisi besi tulangan yang terekspos (jika ada), dan, untuk bangunan yang lebih tua, uji sederhana kekuatan beton menggunakan hammer test. Hasil ini menentukan apakah proyek bisa langsung ke tahap gambar, atau perlu tahap perkuatan pondasi/kolom lebih dulu (yang berarti tambahan biaya, dan kami akan sampaikan sejak awal, bukan muncul di tengah jalan).
Untuk rumah tapak yang pondasinya perlu diperkuat, dua metode yang paling umum kami gunakan: menambah dimensi pondasi (memperlebar telapak pondasi eksisting) untuk menyebarkan beban lebih luas, atau injeksi/perkuatan kolom dengan tambahan tulangan dan selimut beton. Pilihan metode tergantung hasil pengecekan lapangan dan tidak bisa ditentukan hanya dari foto atau cerita pemilik rumah, ini sebabnya kami tidak memberi estimasi harga pasti sebelum survei fisik.
Kesalahan umum yang kami temui pada proyek tambah lantai yang dikerjakan tukang tanpa perencanaan matang: posisi tangga ditentukan setelah denah lantai 1 dan 2 selesai digambar terpisah, sehingga tangga akhirnya memakan ruang yang seharusnya bisa dipakai lebih optimal, atau kemiringannya terlalu curam karena ruang yang tersisa sempit. Kami selalu menggambar posisi tangga bersamaan dengan denah kedua lantai, memastikan kemiringan nyaman (idealnya rasio tinggi-lebar anak tangga sekitar 17:28 cm) dan tidak mengorbankan ruang penting di kedua lantai.
Curing beton (waktu beton mengeras dan mencapai kekuatan penuh) membutuhkan waktu tetap sekitar 28 hari dan tidak bisa dipercepat tanpa mengorbankan kekuatan struktur, ini sebabnya proyek tambah lantai butuh waktu lebih panjang dibanding renovasi interior. Jadwal 10–16 minggu yang kami berikan sudah memperhitungkan waktu curing ini, bukan estimasi optimis yang akan meleset begitu masuk tahap pengecoran.
Catatan HargaEstimasi biaya dan durasi bersifat indikatif, tergantung kondisi lapangan, luas area, dan spesifikasi material yang dipilih. Angka pasti dituliskan dalam RAB setelah survei.
[03]FAQ
Tidak selalu. Pondasi dan kolom rumah lama dibangun sesuai beban rencana saat itu, menambah lantai berarti menambah beban yang mungkin melebihi kapasitas desain awal. Karena itu survei dan perhitungan struktur adalah tahap wajib sebelum RAB final, bukan formalitas. Pada beberapa kasus, kami merekomendasikan perkuatan pondasi terlebih dulu.
Kami membantu menyiapkan gambar teknis yang dibutuhkan; proses administrasi PBG sendiri tergantung kelengkapan dokumen tanah dan antrean di dinas terkait, biasanya beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kami sarankan pengurusan PBG dimulai paralel dengan tahap gambar kerja supaya tidak menunda jadwal keseluruhan.
Untuk tahap struktur (bongkar sebagian atap lama, pengecoran), umumnya ya demi keamanan, ada risiko debu, getaran, dan lalu-lalang alat berat. Untuk tahap finishing lantai 2 setelah struktur selesai, lantai 1 biasanya sudah bisa dihuni kembali dengan pembatas area kerja.
[04]Bukti Kerja
Langkah berikutnya
Tim teknik kami datang langsung, ukur kondisi lapangan, dan susun RAB tertulis sebelum kontrak ditandatangani. Anda tahu persis angkanya sebelum memutuskan.
Kota Bekasi, Jawa Barat, respons cepat via WhatsApp